Headlines News :
Tampilkan postingan dengan label Kabupaten Agam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kabupaten Agam. Tampilkan semua postingan

500 hektare tanaman padi di Agam diserang tikus

Sekitar 500 hektare tanaman padi masyarakat di Nagari Paninjauan dan Nagari Koto Malintang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), diserang hama tikus.

Salah seorang petani di Nagari Paninjauan, Azuardin (52), Jumat, mengatakan, hama tikus mulai menyerang semenjak beberapa bulan yang lalu yang menyebabkan lahan pertanian miliknya dan petani lainnya terancam gagal panen.

"Kami tidak bisa lagi untuk mengatasi ini, karena kondisi ini terjadi secara tiba-tiba," kata Azuardin.
Ia menambahkan, serangan hama tikus itu hampir merata terjadi di Nagari Paninjauan dan Nagari Koto Malintang. "Akibatkan petani mengalami kerugian sekitar ratusan juta," katanya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Agam, Afdhal mengatakan, untuk mengatasi hama tikus itu, setiap nagari atau desa di Kabupaten Agam memiliki posko pembasmi hama.

"Posko ini siap melakukan pembasmian hama tikus dengan petani setempat," katanya.

Selain itu, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Agam, telah meminta bantuan rancun tikus kepada Dinas Pertanian Provinsi Sumbar.

"Racun ini akan kami bagikan kepada petani pada Senin (8/12)," kata Afdhal.

Dengan serangan hama tikus ini, ia mengimbau kepada petani untuk membersihkan saluran irigasi diareal sawah, sehingga dapat menekan perkembangan tikus di lokasi itu.

sumber : antarasumbar.com

Bupati Agam : Pariwisata Agam Bebas Maksiat

Bupati Agam H. Indra Catri Dt. Malako Nan Putiah kembali bertegas-tegas. Ia menyatakan, pariwisata Agam bebas aroma maksiat, seperti ditegaskannya dalam pembicaraan dengan Komapos.com, via ponsel Kamis (4/12).

Untuk mewujudkannya, ia berharap para pemuka masyarakat di tingkat nagari mendukung tekad Pemkab Agam tersebut. Karena, tanpa dukungan dari pemuka masyarakat dan anak nagari, akan sulit bagi Pemkab Agam untuk mewujudkannya.

Logikanya menurutnya, para pemuka masyarakat bersama anak nagari yang paling mengetahui perbuatan maksiat yang dilakukan oknum di nagari mereka masing-masing. Karena itu, harus ada payung hukum yang tegas untuk panduan bagi anak nagari melakukan tindakan pemberantasan maksiat di objek wisata.

“Kami sangat mendukung masing-masing nagari di Agam untuk membuat peraturan nagari tentang pemberantasan penyakit masyarakat,” ujarnya.

Di nagari sudah ada lembaga Parik Paga Nagari, juga sudah dibentuk Polmas, sebagai mitra polisi untuk menciptakan suasa tertib dan aman di tengah masyarakat.
“Kini tinggal lagi memberdayakan mereka, sehingga mampu melaksanakan tugas pokok dan fungsi mereka,” ujarnya pula.

Objek wisata paling banyak dimanfaatkan para pelaku Pekat untuk melakukan perbuatan mesum adalah Maninjau (Kecamatan Tanjung Raya). para pasangan mesum melakukan praktek mesum di penginapan dan home stay yang ada di tepian Danau Maninjau.

Kini suasana ramainya praktek prostitusi di kawasan itu mulai lengang,berkat gencarnya pihak Satpol PP Agam melakukan operasi pemberantasan maksiat.

Ke depan, Indra Catri berharap agar upaya pemberantasan maksiat tetap diintensifkan, terutama di kawasan objek wisata andalan Agam.

“Pariwisata tanpa maksiat adalah harga mati buat Agam,” ujarnya bertegas-tegas. (Mzn)

sumber : komapos.com

Kecamatan Candung Juara Umum MTQ Nasional Tingkat Kabupaten

Kecamatan Candung berhasil meraih juara umum pada lomba Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional ke-36 tingkat Kabupaten. Atas keberhasilan itu, sekaligus Candung memperoleh piala bergilir dari Bupati. 

Kecamatan Candung mampu menyisihkan 15 Kecamatan lainnya, setelah berhasil meraih perolehan juara terbaik satu terbanyak dari 10 kategori cabang yang dilombakan dengan 687 peserta. "Ke sepuluh cabang yang diikuti antara lain, cabang tilawah, tartil, hafiz, khatt, tafsir, kitab standar, fahmil, syahril qur'an, khutbah dan adzan serta makalah ilmiah al-qur'an, "kata Dewan Hakim MTQ Edi Zalman. 

Menurut Edi Zalman, setelah Candung disusul dengan juara dua Kecamatan Baso, peringkat tiga Ampek Angkek, harapan satu Tilatang Kamang, harapan dua Banuhampu dan harapan ketiga oleh Kecamatan Malalak. 

Pada ajang MTQ tahun ini, Kecamatan Malalak naik peringkat secara signifikan dari peringkat 16 menjadi peringkat 6. Terkait dengan itu, Bupati Agam Indra Catri usai penutupan MTQ Nasional ke-36 tingkat Kabupaten Agam, Selasa malam (11/11) di Malalak, mengatakan MTQ merupakan bagian dalam upaya membentuk manusia beriman, bertakwa dan membentuk kader bangsa yang berkarakter. "Kita mengharapkan MTQ yang digelar ini, tidak hanya sedekar seremonial saja, tapi berdampak pada pembentukan karakter generasi mendatang. Dengan capaian menciptakan manusia unggul yang memiliki pendidikan, pengetahuan dan keterampilan sehingga al-qur'an membumi di tengah kehidupan masyarakat, " jelasnya. 

Sumber 

Murid PAUD-TK Agam ikut lomba kreatifitas anak


Lomba Kreatifitas Anak PAUD TK Agam

Sebanyak 105 murid pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman kanak-kanak (TK) di Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), mengikuti lomba kreativitas anak, Selasa.

Ketua Pelaksana Lomba Kreatifitas Anak Yenni Syofridel di Lubuk Basung, Selasa, mengatakan, para murid ini berasal dari 15 kecamatan dan masing-masing kecamatan mengutus sebanyak tujuh orang peserta.
"Mereka yang dikirim ini merupakan peserta yang berhasil keluar sebagai juara pada tingkat kecamatan yang diadakan tidak lama ini," kata Yenni Syofridel.

Ia menambahkan, para peserta akan mengikuti enam cabang perlombaan seperti lomba menari, bernyanyi, menggambar, kolase, senam dan membaca surat pendek.

Bagi juara satu, kata dia, akan mewakili Kabupaten Agam pada lomba kreasi anak tingkat Provinsi Sumbar di Mifan Padang Panjang pada 17 November 2014.

Pada lomba kreasi anak tingkat Sumbar pada 2013, Kabupaten Agam berhasil keluar sebagai juara umum dan pada tahun ini pihaknya berharap Kabupaten Agam mempertahankan juara umum.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Agam Fauzir menambahkan, kegiatan ini merupakan program tahunan dari Disdikpora Kabupaten Agam dalam menampilkan minat dari generasi penerus Kabupaten Agam.

"Kami berharap dengan kegiatan ini talenta mereka berkembang nantinya," katanya.

Sumber : antarasumbar.com

Penderita DBD di Agam capai 98 Orang

Penderita DBD di Agam
Lubukbasung, Penderita demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Agam, Sumatera Barat periode Januari sampai Oktober 2013 sudah mencapai 93 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Indra di Lubuk Basung, Sabtu, mengatakan para penderita ini tersebar di Kecamatan Lubukbasung, Tanjung Raya, Matur, Ampek Angkek, Baso, Banuhampu dan lainnya.

"Ini berdasarkan data yang kita peroleh dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubukbasung dan sejumlah Puskesmas," kata Indra.
Untuk menekan penyebaran DBD, Dinkes Agam melakukan fogging atau pengasapan di daerah tersebut dengan menurunkan tim dari Dinkes Kabupaten Agam.

Melakukan survei jentik nyamuk aedes aegyti di kantor pemerintahan dan sekolah.

Lalu, melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar melakukan pola hidup bersih dengan cara tiga M yakni, menguras bak mandi, menimbun kaleng bekas dan menutup penampungan air.

"Sosialisasi ini telah kita adakan di daerah rawan DBD, karena ini bisa memutus mata rantai perkembangan nyamuk aedes aegyti," katanya.

Nyamuk aedes aegyti pembawa virus DBD mudah berkembang biak di air tergenang yang tidak tersentuh dengan tanah, seperti bak penampungan air dan kaleng bekas yang terbuka.

Ciri-ciri nyamuk penyebab penyakit DBD adalah badan kecil, berwarna hitam dengan bintik-bintik putih.

Selain itu, suka menggigit atau menghisap darah pada siang hari dan hinggap di pakaian yang bergantung di dalam kamar, bersarang dan bertelur di genangan air jernih di dalam dan sekitar rumah.

"Bak mandi, tempat minum burung, pot bunga dan dispenser merupakan tempat yang disukai nyamuk aedes aegyti," katanya.

Ia mengakui, jumlah kasus DBD di Kabupaten Agam tiap tahun mengalami peningkatan. Pada tahun 2012 berjumlah sebanyak 80 kasus DBD dan tahun 2011 sebanyak 50 kasus DBD.

Sumber : Antara Sumbar

Pemkab Agam Menerima Penghargaan WTN

Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, di bawah kepemimpinan Indra Catri-Irwan Fikri mencetak sejarah setelah mendapatkan penghargaan berupa plakat Wahana Tata Nugraha (WTN) kategori kota kecil.  

Pemerintah Republik Indonesia memberikan plakat WTN kepada Ibukota Agam, Lubukbasung setelah dinilai mampu menata transportasi publik dengan baik. Ini adalah kali pertama Agam mengikuti penilaian WTN semenjak pindahnya Ibukota Agam dari Bukittinggi ke Lubukbasung 20 tahun yang lalu. 

Plakat WTN tersebut diserahkan langsung oleh Dirjen Perhubungan Darat Drs.Suroyo Alimoeso kepada Wakil Bupati Agam Irwan Fikri, kemarin (3/10) di The Grand Ballroom Hotel Shangri-La Surabaya. Dalam kesempatan tersebut, juga diserahkan penghargaan kepada 133 kabupaten/kota di Indonesia. 

Dalam acara penyerahan penghargaan yang dihadiri Menteri Perhubungan E.E.Mangindaan tersebut sekaligus diadakan Rakornis Bidang Perhubungan Darat Seluruh Indonesia. 

“Plakat ini di dapat berkat kerjasama Pemerintah Agam dengan Kepolisian dan peran serta masyarakat dalam menciptakan tertib lalu lintas. Selain itu, ini juga merupakan wujud kepedulian pemerintah yang bersinergi dengan masyarakat Agam,” kata Bupati Agam Indra Catri. 

Menurut Indra Catri, dibalik penghargaan WTN ini, berarti akan semakin besar tantangan untuk ewujudkan dan meningkatkan kerjasama semua pihak dalam membenahi sarana dan prasarana lalu lintas. Paling terpenting, bagaimana tetap bisa terus meningkatkan kesadaran para pengguna jalan. 

“Kemenangan ini akan menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus membenahi dan melengkapi sarana dan prasarana fasilitas umum, demi terciptanya keamanan dan kenyaman pengendara motor dan pejalan kaki. Penghargaan perdana ini akan menjadi momentum kebangkitan Agam dalam menata transportasi public agar lebih baik lagi,” ujarnya. 

Wakil Bupati Agam Irwan Fikri mengatakan, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja keras pihak terkait dalam menciptakan lalu lintas yang tertib di Lubukbasung. Ini merupakan bukti lalu lintas di Ibukota Agam sudah tertib dan baik. Namun bukan berarti tidak ada lagi yang perlu dibenahi, karena masih banyak hal yang harus terus diperbaiki dan ditingkatkan, sehingga para pengguna jalan benar-benar menikmati keamanan dan kenyamanan. 

“Penghargaan ini adalah sejarah pertama bagi masyarakat Agam sejak Ibukota di Lubukbasung. Ini adalah kebanggaan kita bersama dan menjadi tugas bersama pula untuk mempertahankannya di tahun-tahun mendatang,” katanya. 

Adapun indikator penilaian WTN tersebut diantaranya menyangkut kesiapan SDM yang terdidik, kerapian managemen dan administrasi, kelengkapan sarana prasarana pendukung, pelayanan publik, tingkat disiplin masyarakat berlalu lintas berkendaraan maupun pejalan kaki dan faktor pendukung lainnya. 

“Berdasarkan hasil penilaian tim Provinsi dan tim tingkat nasional, penghargaan yang kita raih ini pastinya terpenuhi sesuai indikator-indikator penilaian WTN itu sendiri,” jelasnya.

sumber : AMC 

Target, Semua Kecamatan Ada KSB

Agam, Padek—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam menargetkan tahun 2014 di 16 kecamatan yang ada di Agam telah memilik Kelompok Siaga Bencana (KSB). Sebagai daerah rawan ben­cana, keberadaan kelompok ini diha­rapkan bisa menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam membantu penang­gu­langan bencana alam di Agam.

Kepala BPBD Agam, Bambang Warsito mengatakan, sejak tahun 2010 lalu, baru ada empat KSB yang terbentuk di empat keca­matan yang ada di Agam. Kelompok tersebut dinilai masih sangat minim mengingat Agam merupakan daerah yang rawan bencana.

“Empat KSB yang ada saat ini ada di Ke­camatan Candung, Kecamatan Tan­jung­mutiara, Kecamatan Malalak dan Kecamatan Am­pek­nagari. Dari KSB tersebut, hanya dua yang aktif, yaitu di Candung dan Tanjung­mutiara. KSB Malalak dan Ampeknagari akan segera kita maksimalkan,” kata Bambang Warsito.

Dalam penanggulangan bencana, peran KSB sangat penting sebagai perpanjang tangan pemerintah membantu korban ben­cana. Maka dari itu, BPBD menargetkan pada tahun 2014 KSB telah dibentuk di seluruh Kecamatan Agam.

“Kita sudah surati pihak kecamatan untuk segera memberdayakan masyarakat setem­pat membentuk KSB. KSB ini sangat mem­bantu pemerintah saat terjadi bencana. Terkadang, kelompok ini lebih dulu tahu data-data bencana karena sudah ada di lapangan,” akunya. (cr3)

Agam Gelar Donor Darah Serempak Peringati Hari Sumpah Pemuda

Pemerintah Kabupaten Agam melakukan donor darah serempak, dilaksanakan setiap jam dinas di Unit Transfusi Darah (UTD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Basung, pada pada 21 sampai 28 Oktober 2013.

“Ini sesuai dengan surat Menteri Negara dan Olahraga Republik Indonesia nomor : 01190/MENPORA/VI/2013, Jakarta 13 Juni 2013. Waktu pelaksanaan serentak seluruh Indonesia, dengan melibatkan organisasi kepemudaan, baik di tingkat pusat maupun daerah,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Agam Syafirman, Senin (24/9).

Kegiatan ini untuk mengimplementasikan kepedulian generasi muda dan masyarakat dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda ke 85 tahun 2013, dilaksanakan mulai pukul 08.00 sampai 16.00 WIB.

"Jadwal pelaksanaan donor darah di atur per SKPD, kelompok BUMN/BUMD dan masyarakat umum," katanya.

Untuk itu, Syafirman mengharapkan dukungan dari unit Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) jajaran Pemkab Agam, agar dapat mendaftarkan nama peserta yang akan mengikuti donor darah tersebut.

Syafirman menjelaskan, pendaftaran itu paling lambat tanggal 11 Oktober 2013 di Bidang Kepemudaan dan Kesiswaan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Agam

agam media centre

Drainase Pasar Padang Baru Bakal Direhab

Pemerintah Kabupaten Agam, akan merehab drainase Pasar Impres Padang Baru Kecamatan Lubuk Basung pada 2013.

Kabid. Pasar Dinas Koperindag Kabupaten Agam Khairul Koto, S. Sos mengatakan, drainase Pasar Impres Padang Baru yang merupakan Pasar Serikat milik Nagari Lubuk Basung dan Nagari Garagahan sudah layak di perbaiki.

"Kami telah melakukan kunjungan ke pasar dengan melibatkan konsultan perencanaan pada Jum'at (13/9)," kata Khairul Koto.

Ia menambahkan, Pemkab Agam melalui APBD Perubahan Tahun Anggaran 2013 mengalokasikan dana sebesar Rp190 juta.

Lebih lanjut Khairul Koto menyampaikan, ada sekitar 6 titik drainase yang ada dalam pasar, masing-masing tidak berhubungan lagi dengan drainase induk sebagai pintu keluarnya air. Belum lagi drainase dikiri dan kanan jalan tengah pasar yang memisahkan lokasi pasar bagian timur dengan barat.

Bahkan drainase induk yang dibuat melingkari pasar ini juga ada yang tidak berfungsi, termasuk drainase dipinggir jalan Tujuh Suku ada yang tertutup untuk jalan masuk pasar.

"Ini diperkirakan item-item pekerjaan yang akan disusun dalam dokumen perencanaan oleh konsultan nanti," katanya

Sumber : Bagian Humas Setda Agam

2.000 Bibit Itik dan Jeruk Dibagikan

Sekitar 2.000 ekor bibit itik tegal dibagikan Bupati Agam Indra Catri ke­pada masyarakat. Bibit itik tersebut diserahkan secara marathon di akhir tahun 2012. Bupati langsung menyerahkan ke Jorong Aur Tilatang ka­mang dan Jorong Aiatabik Ka­mang Mudiak Kecamatan Ka­mangmagek dengan agenda yang sama. Di Palupuh diserahkan 2.000 batang bibit jeruk, ter­diri dari jeruk nipis, jeruk purut, jeruk kesturi dan jeruk sundai.

Wali Nagari Kotorantang, Sy. Dt Batuduang Dilangik kepada Padang Ekspres Rabu (2/10) atas nama masyarakat Sitingkai menyampaikan terima kasih berkat inisiatif bupati memberikan bantuan bibit jeruk untuk warga Jo­rong Sitingkai. Orang nomor satu di Lu­hak Agam itu  juga mem­­berikan motivasi kepa­da warga untuk berbuat lebih baik dalam mengembangkan usaha peternakan.

Penyerahan bibit itik te­gal tujuan utamanya adalah untuk memberantas bekicot yang sangat merugikan pe­tani, karena bekicot selalu memakan batang padi yang masih kecil. Kepada masing-masing Kepala Keluarga (KK) diserahkan 10 ekor anak itik tegal dengan rasio betina dengan jantan 8 : 2.

Sedangkan bibit jeruk me­mang dikhususkan untuk Jo­rong Sitingkai karena jorong ter­sebut akan dijadikan kampung rem­pah-rempah.  Dengan ha­ra­pan nantinya Jorong Sitingkai akan menjadi sentra  produksi  rempah atau bumbu masak khususnya di Palupuh. Apalagi Jorong Sitingkai baru-baru ini sudah dinilai tim provinsi Su­matera Barat mewakili Agam pada lomba Dasa Wisma.

Sebelumnya masyarakat Jo­rong Sitingkai  sudah banyak me­nanam rempah-rempah, se­ka­rang dilengkapi dengan ber­bagai jenis tanaman  jeruk. Apalagi  saat penilaian Dasa Wisma, Jorong Sitingkai  su­dah dicanangkan sebagai kam­pung rempah-rempah se­suai de­ngan tujuan Agam Mandiri di bidang pangan, protein, rem­pah, sayur dan buah-bua­han, sehingga akan semakin me­ng­kristal aplikasi dan im­ple­men­tasi one village one product di tiap nagari.

Pengadaan bibit itik tegal maupun jeruk bukan me­man­faatkan dana daerah tetapi mur­ni dari  pribadi dan do­na­tur lainnya. “Saya meng­hu­bu­ngi beberapa teman donatur untuk menyalurkan dana yang sifat­nya membantu ma­sya­ra­kat dan bagi masyarakat yang punya kemampuan silakan melaksanakan sendiri,” kata Indra Catri.

Enam bulan ke depan di­usa­hakan 10.000 bibit anak itik tegal dapat diserahkan kepada masyarakat dengan tujuan agar organisme perusak tanaman (OPT) berupa bekicot dapat dimusnahkan dengan perantaraan itik tegal, karena itik tegal tersebut memang suka memakan bekicot.

“Kalau satu hari dari 10 ribu itik itu misalnya me­ma­kan sepuluh ekor bekicot saja, berarti sudah 100 ribu bekicot berkurang setiap hari, satu ta­hun berarti bisa dihabiskan 36.500.000 bekicot,” papar Indra Catri.

sumber : Padek Online

Banjir masih Mengintai Agam

Banjir di KAb. Agam
Berita Agam - Banjir dan ta­nah longsor masih mengintai pemu­ki­man warga yang tinggal di se­kitar bantaran sungai di Ka­bu­paten Agam. Antara lain, Keca­ma­tan Paulupuh, Malalak, Am­pek­koto, Tanjung raya, Lu­buk­­basung, Palembayan, Am­pek nagari dan kecamatan Tan­jung­mu­tiara. Pemicunya hujan deras yang masih turun di wi­layah sejak Sabtu sampai Senin (31/12).

“Hujan biasanya terjadi sore hingga malam hari. Minimal akan memicu genangan air se­kitar 15 sentimeter di jalan dan gang di kampung-kampung,” kata Joni Putra Dt Bitaro Hitam tokoh masyarakat Nagari Mang­gopoh Kecamatan Lubukbasung kepada Padang Ekspres Senin (31/12).

Menurutnya, banjir dise­bab­kan pendangkalan Sungai Ba­tang Antokan dan Batang Ka­lun­dutan akibat sampah dan lum­pur. Sam­pah kemungkinan be­sar berasal dari daerah hulu sungai tersebut, sedangkan lumpur berasal dari sedimentasi di sekitar wailayah hulu sungai Kecamatan Tanjung­raya dan Lubuk basung melalui Su­ngai Batang Antokan dan Batang Kalundutan.

Dikhawatirkan banjir akan datang lagi sebab hujan deras di wilayah Agam bagian Barat ma­sih terus turun setiap hari. “Dua hari yang lalu, banjir menerjang ratusan rumah di kawasan Na­gari Manggopoh dan Kecamatan Tanjungmutiara pada daerah Muara di Nagari Tiku Limo Jo­rong. Saat itu, dilihat Minggu paginya setelah banjir surut, lumpur akibat luapan Sungai Batang Antokan dan Batang Kalundutan tingginya sudah mencapai sekitar 30 centimeter yang masuk dibawa air ke ru­mah warga dan pekarangan rumah warga,” katanya.

Ia melihat tiap tahun ter­uta­ma akhir tahun persoalan banjir tidak pernah usai.

“Perlu perhatian serius dari pihak terkait agar warga yang tinggal di aliran sungai tersebut tidak kena banjir yang ber­ke­pan­jangan di tiap akhir tahun.

Kita berharap kepada Pem­kab Agam agar melakukan ana­lisa penyebab meluapnya air sungai dan melakukan langkah-langkah untuk mengatasi agar tidak terjadi lagi bila musim hujan datang. Memang untuk normalisasi sungai Batang Anto­kan dan Batang Kalundutan ini membutuhkan anggaran sangat besar. Karena itu dibutuhkan batuan dari provinsi atau Pe­merintah Pusat,” katanya.

Pantauan Padang Ekspres di daerah banjir, akibat hujan yang turun sepanjang Sabtu (29/1) dan Minggu malamnya sampai Senin (31/12)kemarin, curah hujan masih mengguyur wilayah Agam, di kawasan Muko Muko ke Maninjau terjadi tiga longsor kecil di tebing jalan tetapi material longsor tidak menutup bahu jalan dan arus lalu lintas tidak terganggu.

Kawasan di Kecamatan Lu­buk­basung, Tanjungmutiara dan Ampeknagari, dilanda ban­jir. Sampai Senin siang kemarin banjir di Lubukbasung sudah surut namun di Nagari Tiku Limo Jorong Kecamatan Tan­jung­­mu­tiara masih digenangi air, se­hingga menuju wilawah itu Tim Badan Penanggulangan Bencana Dae­rah (BPBD) Agam meng­gu­nakan perahu karet untuk bisa mem­berikan perto­lo­ngan pada warga setempat.

Kabid Kedaruratan BPBD Agam Rinaldi meyebut, saat ini banjir masih merendam Nagari Tiku Limo Jorong. Selain rumah warga dan lahan pertanian milik masyarakat yang terendam ban­jir, tinggi air di jalan wilayah Jorong Gadih Angik dan jorong Muaro Putuih Tiku Limo Jorong  masih sedada orang dewasa.

“Kami menggunakan perahu karet untuk masuk wilayah ini. Hampir seratus rumah warga terendam banjir. Kita telah eva­kuasi warga ke tempat yang lebih tinggi dan memberikan bantuan makanan serta ke­perluan selama warga di­ung­si­kan. Dua jorong direndam ban­jir dan warga di­ung­sikan ke jorong yang data­ran­nya tinggi, ada yang di masjid dan mem­buat tenda serta dapur umum,” katanya.

Ampeknagari juga Direndam Banjir

Hujan yang terjadi Sabtu (29/12) tersebut menyebabkan Ba­tang Sitanang, dan Batang Ma­sang meluap. Akibatnya Na­gari Bawan dan Sitanang di Ke­ca­matan Ampek Nagari dilanda banjir

Menurut Rinaldi, ketinggian air yang merendam berbapa kawasan di kecamatan itu se­kitar 1 sampai 2 meter. Banjir telah meredam sebanyak 75 kk di Jorong  Gantiang, 15 kk Kam­pung Randah, satu buah SD 17 Sitanang, 7 kk di Nagari Bawan, 15 kk Jorong Lubuk Alung dan 20 kk Kampung Jawi Tanyak,  selain banjir sebuah pohon tumbang dan longsor juga di Sitanang.

“Banjir juga merendam dan merusak lahan pertanian. Se­kitar 70 ha sawah, dan 15 unit kolam ikan. Senin ini, warga sudah kembali kerumahnya masing-masing, meskipun de­mikian kita telah mengingatkan warga agar tetap waspada ben­cana pada musin hujan ini, pada banjir kemarin, warga yang mengungsi mendapat bantuan nasi bungkus dan air minum dari pihak Din­sos­naker Trans, dan bantuan te­naga dari BPBD Agam,” katanya.

Menurut Wali Nagari Sita­nang Y Dt Majo Lelo, kawasan Jorong Gantiang, Nagari Sita­nang merupakan langganan ban­jir. Setiap hujan lebat turun, kawasan itu selalu direndam banjir. Untuk mengatasi ben­cana banjir dimaksud, diper­lu­kan upaya normalisasi Batang Si­tanang.
 
sumber : Padek

Muscab Agam Sukses, Martias Wanto Ka Kwarcab Terpilih

Drs. Martias Wanto
Berita Agam - Drs. Martias Wanto, MM, Dt. Maruhun terpilih sebagai ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka (Kwarcab) Agam periode 2012-2017. Pelaksanaan pemilihan tersebut berjalan dengan lancar, Sabtu (29/12) di Aula Utama Kantor Bupati Agam.

Terpilihnya Martias Wanto yang juga Assisten Pemerintahan dan Kesra Setda Agam ini, setelah memenuhi tata tertib dan amanat Anggaran Rumah Tangga (ART) Gerakan Pramuka pada Pasal 90 ayat (1).

Ketua Kwarcab Agam lama Ardinal Hasan (mantan Wakil Bupati Agam 2005-2010) melalui Pengurus Kwarcab Agam Suardi Yunus dalam laporannya ,mengatakan seharusnya muscab ini sudah dilaksanakan tahun 2011, tetapi banyaknya pengurus yang pindah tugas, maka baru sekarang dapat dilaksanakan.

"Namun, semua program kegiatan yang telah direncanakan, dan pelaksanaan kegiatan-kegiatan di tingkat Provinsi maupun Nasional tetap diikuti, " tukas Suardi.

Sementara Ketua Presidium Khairul Koto mengatakan, terpilihnya Martias Wanto selain memenuhi persyaratan, namun juga usulan suara dari kwartir cabang dan kwartir ranting, dengan sama-sama mengajukan nama Martias Wanto sebagai Ketua Kwarcab periode 2012-2017.

Selanjutnya, Martias Wanto juga ditetapkan sebagai ketua Tim Formatur, dengan anggota formatur yang lama yaitu, unsur majelis pembimbing cabang Deni Sastra Yuza,  Kwarran Tilatang Kamang dan Kwarran Lubuk Basung Yusnidar Andan, dengan jangka waktu satu bulan.

Sumber : Agam Media Center

27.605 Pasien Telah Berobat ke Puskesmas Lubuk Basung

Selama tahun 2012, terdata sebanyak 27.605 pasien telah berobat ke Puskesmas Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

"Ini berdasarkan data kunjungan rawat jalan Puskesmas Lubuk Basung dari Januari sampai Desember 2012 tercatat sebanyak 27.605 pasien yang berobat," kata Kepala Tata Usaha Joni pada wartawan, di ruanganya, Jumat (28/12).

Menurutnya, kunjungan pelayanan kesehatan tersebut terdiri dari pasien umum 12.710 orang, Askes 8.114 orang, Jamkesmas 2.359 orang, Jamkesda 3.726 orang, Jamsostek 605 orang, gratis 90 orang dan Jampersal 1 orang,

"Untuk jumlah kunjungan pasien perbulannya rata-rata bisa mencapai sebanyak 2.000 orang pasien ke Puskesmas Lubuk Basung, dimana tahun sebelumnya kunjungan hampir sama," tambahnya.

Dijelaskan Joni, sudah menjadi komitmen pihaknya untuk terus memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat setempat. Jika tidak, bagaimana nasib warga yang butuh pelayanan kesehatan. "Tentu kami pikirkan juga pengaturan yang sesuai agar pelayanan prima dan tetap optimal," imbuhnya.

Sedangkan jumlah petugas Puskesmas saat ini terdiri dari petugas kasir empat orang, Poli Umum satu orang dokter di bantu dengan 3 orang bidan, poli gigi satu orang dokter dan 2 orang bidan, KIA 3 orang bidan, labor satu orang, apotik 2 orang, UGD 15 orang. 

sumber : sumbaronline.com

Asusila dan Narkoba Tinggi

Kasus krimi­nalitas yang ditangani Kejaksaan Ne­geri (Kejari) Lubukbasung cu­kup tinggi tahun 2012. Dari 78 kasus yang telah dilimpahkan pihak kepolisian, 75 kasus di an­taranya telah disidangkan di Pe­ngadialan Negeri Lubukbasung (PN) dan empat kasus lagi, masih dilengkapi pihak kepolisian. Kasus terbanyak adalah asusila dan nar­koba.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Lubukbasung Dedi Eka Putra kepada Padang Ekspres, Rabu (26/12) menjelaskan, dari 78 kasus kriminal di antaranya 75 kasus kriminal di wilayah hukum Kejari Lubukbasung, sudah di­lanjutkan pada tahap dua dan berkasnya lengkap diserahkan kepolisian kepada penuntut umum beserta barang bukti dan ter­sangka.

”Sebanyak 75 kasus kriminal ini sudah disidangkan, sedangkan empat berkas kasus lagi masih dilengkapi pihak kepolisian,” kata Dedi Eka Putra.

Tahun ini jumlah Surat Perin­tah Dimulainya Penyidikan (SPDP) 66 berkas, karena dalam kasus tersebut adanya pengembangan yang dilakukan penyidik, atau ada split, maka berkas perkara menjadi 78 kasus. Kasus yang dilimpahkan, berasal dari Polsek Lubuk Basung, Bawan Ampek Nagari, Palem­bayan, Tanjung Mutiara dan Polres Agam. Kasus terdiri dari, asusila, ilegal loging, pencurian dengan kekerasn (curas), laka lantas, pengrusakan dan kekerasan, dan judi serta togel.

Ancaman hukuman kasus se­kitar 4 tahun sampai 20 tahun. Tun­tutan hukum terhadap kasus yang telah disidang dan diputus pengadilan 8 tahun sampai 10 tahun. ”Kasus mendominasi ada­lah asusila dan narkoba. Kasus ini sekitar 50 persen dari total kasus kriminalitas, lebih banyak terjadi di Tanjung Mutiara, dan Tanjung Raya,” katanya.
 
sumber : padek online

Pemutusan Listrik untuk 2000 Pelanggan di Lubuk Basung

PLN Ranting Lubuk Basung
Berita Agam. Karena banyaknya yang menunggak pembayaran rekening listrik maka PLN Lubuk Basung memutus sambungna listrik sebanyak 2000 pelanggan. Pelanggan yang menunggak tersebar di Kecamatan Lubuk Basung, Tanjung Mutiara, Tanjung Raya, Ampek Nagari dan Palembayan.

Pelanggan yang diputus sambungan listriknya adalah sebagai sanksi bagi mereka yang menunggak 3 sampai 4 bulan, dan bagi yang membayar sehari setelah pemutusan maka pihak PLN Lubuk Basung mengganti meterannya dengan pascabayar. 

Menurut Pimpinan PLN Ranting Lubuk Basung Hendriansyah, saat ini tunggakan PLN Lubuk basung mencapai Rp. 600 juta, dan dia berharap tunggakan ini bisa berkurang menjelang akhir tahun. dan menargetkan piutang tersisa sekitar Rp. 75 juta saja. 

Untuk itulah PLN Lubuk Basung telah menurunkan 13 tim pemutus dan penagih rekening kepada masyarakat, bagi pelanggan yang menunggak dan tidak membayar maka sambungan atau jaringan listriknya langsung di putus oleh tim PLN Lubuk Basung.

Longsor Palupuh - Pasaman

Pada hari Senin tanggal 24 Desember 2012 terjadi longsor di Kabupaten Agam disebabkan curah hujan yang tinggi dari siang hingga tengah malam. Dua rumah, satu Puskesmas Pembantu (Pustu) dan badan jalan lintas Palupuh-Pasaman tertimbun oleh longsor selama lebih kurang 10 jam di Nagari Nan Situjuh, Kecamatan Palupuh.
Arus jalan yang tertimbun longsor kembali normal setelah didatangkan satu unit alat berat untuk membuang material longsor pada selasa dini hari sehingga jalan pada paginya sudah dapat dilewati lagi oleh masyarakat setempat.. Tidak ada korban dalam musibah longsor ini, meskipun demikian rumah dan puskesmas pembantu yang tertimpa longsor tidak bisa difungsikan lagi.
Menurutn Bambang Warsito, "bila curah hujan tinggi dan berlangsung cukup lama tanah longsor berpotensi terjadi karena tanah di kawasan perbukitan di sepanjang jalan Palupuh dan Maninjau sangat labil diharapkan masyarakat untuk waspada".
Sementara itu, hal yang sama juga disampaikan Asisten I Martias Wanto, Pustu Sipisang Haraban Nagari Nan Tujuah, Palupuh tertimpa longsor sore ini akibat hujan lewat dan menutupi jalan Palupuh - Pasaman dimana juga terjadi longsor di Nagari Koto Malintang Kecamatan Tanjung Raya.
 
Berkat kesiagapan BPBD Agam bersama SKPD terkait, malam tertimpa longsor, paginya Koto Malintang maupun Palupuh sudah dapat dilewati.  
 
Bupati Agam Indra Catri menghimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan mengingat curah hujan yang cukup tinggi saat ini, hingga berpotensi longsor terjadi di kawasan perbukitan sepajang jalan Palupuh tersebut, dan beliau meminta warga yang tinggal di bawah perbukitan untuk selalu waspada terlebih saat hujan turun. Untuk daerah Palupuh dan Maninjau segera ditangani. Mengingat cuaca, diminta seluruh anggota penanggulangan bencana yang berada dilapangan untuk tetap siaga menghadapi bencana.

Bada Maninjau Terancam Punah

Bagan tancap merupakan salah satu alat tangkap Bada di Danau Ma­nin­jau, Agam. Keberadaannya merugikan perkem­ba­ngbia­kan bada. Sekretaris Dinas Ke­lautan dan Perikanan (DKP) Agam, Ermanto kepada Pa­dang Ekspres Kamis (20/11) mengatakan, bagan tancap akan menjaring bada segala ukuran, karena jaringnya ra­pat. Akibatnya, anak-anak ikan yang memang berukuran kecil itu, ikut terangkap bagan jenis itu.  Kondisi demikian menyebabkan per­kem­bang­bia­kan bada jadi tertekan.

“Keberadaan bagan tancap bisa mengancam populasi bada di perairan Danau Ma­ninjau. Kondisi demikian akan me­ru­gi­kan nelayan tra­di­sio­nal, yang ha­nya me­ngan­dal­kan alat tang­k­ap pukek,” kata Er­manto.

Untuk mengatasi masalah tersebut, pihak DKP Agam sudah menyusun program. Antara lain melakukan so­sia­lissi dampak buruk bagan tancap, dan memberikan ban­tuan  alat tangkap pukek se­ba­gai pengganti bagan tancap.

Untuk itu dibutuhkan pe­ra­turan nagari (Perna) di Ke­ca­matan Tanjung Raya, ten­tang penertiban dan penga­wa­san, termasuk penertiban ba­gan tancap di perairan Danau Maninjau. Tanpa adanya Per­na tersebut, upaya penertiban bagan tancap tidak akan ber­hasil. Dalam Perna hendaknya dinyatakan dengan tegas pela­ra­ngan operasional bagan tan­cap di perairan Danau Ma­nin­jau, khususnya di kawasan na­gari bersangkutan.

Jumlah bagan tancap di Danau Maninjau Memang tidak banyak. Juga tidak se­mua anak nagari yang ada di Kecamatan Tanjung Raya me­miliki bagan tancap. Alat tang­kap bada jenis itu hanya dite­mu­kan di Nagari Koto Ma­lin­tang 5 unit, dan di Nagari Tanjung Sani 15 unit.

“Bila sudah ada Perna ter­se­­but, bantuan alat tangkap pu­­kek akan diserahkan ke­p­ada pemilik bagan tancap ya­ng telah menghentikan ope­ra­sio­­nal ba­gan miliknya,” kata­nya.

Wali Nagari Duo Koto Ref­li­men yang dikonfirmasi Pa­dang Ekspres mengatakan, kondisi demikian tidak pung­kiri dan fakta yang diungkap­kan oleh pihak Dinas DKP ter­sebut memang terjadi.

Namun kami di nagari, me­nilai cara dengan mem­beri­kan langsung bantuan ter­se­but itu sangat bagus tetapi rea­litanya di nagari cara seperti itu tidak efektif. Pasalnya masalah ini sudah lama terjadi dan pernah pemerintah nagari untuk mengarah pada pe­ra­tu­ran atau melarang menangkap bada di danau dengan cara bagan tancap tersebut, se­hingga sampai memicu ben­trok dengan nelayan dengan Pemerintah nagari.

“Harapan kami dalam me­ngatasi maslah ini perlu dibe­ri­kan terlebih dahulu so­sia­li­sasi pada nelayan dan pe­nger­­tian dampaknya. Dan mem­­­bekali masyarakat de­ngan pe­ngetahuan alih fungsi eko­nomi, sebab selama ini pi­hak terkait be­lum ada mem­be­­rikan so­sia­lisasi tentang per­­ma­sa­la­han ini,” pinta Ref­lis­men.

Terpisah Camat Tanjung Raya Syatria saat dihubungi Padang Eskpres mengatakan, kondisi ril yang dikatakan oleh walinagari Duo Koto tersebut benar terjadi. “Jadi dalam Mi­nggu saya akan rapat koor­di­nasi evaluasi kerja selama tahun 2012 dan persiapan kerja tahun 2013 dengan Wali­nagari Se Kecamatan Tanjung Raya dan masalah ini akan menjadi agen­da kami men­cari­kan solusi ke de­panya dan setelah itu kami usulkan lang­kah mengrea­lisa­si­kan, lang­kah yang telah kami se­pa­kati ber­sama di nagari dan ke­ca­­ma­tan,” kata Syatri.
 
Sumber : Berita Padek Online

Seluruh Objek Wisata Agam Ditutup

Seluruh objek wisata di Kabupaten Agam akan ditutup pada malam pergantian tahun.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pari­wisata Kabupaten Agam, Junaidi kepada Padang Ekspres Senin (24/12) me­nga­takan, kebijakan menutup seluruh objek wisata tersebut, bersifat imbauan. Tu­juannya untuk menekan terjadinya per­buatan maksiat, mabuk-mabukan, dan kebut-kebutan di jalan raya.

Sebab kegiatan penyambutan tahun baru selama ini lebih banyak mudaratnya ketimbang manfaatnya. Lagi pula, ke­giatan pada malam pergantian tahun tidak sesuai dengan visi daerah, Agam Madani Berprestasi yang madani.

Bahkan menurutnya Pemkab Agam telah mengeluarkan surat edaran, agar warga Agam tidak ikut merayakan per­gan­tian tahun baru Masehi ini, kecuali yang menganut keyakinan lain (nonmuslim).

Kebijakan menutup objek wisata pada malam pergantian tahun sudah diber­lakukan sejak tahun lalu. Objek wisata akan ditutup sejak pukul 18.00 WIB tanggal 31 Desember 2012 sampai pukul 06.00 WIB tanggal 1 Januari 2013.

Walau ditutup, objek wisata akan di­awasi personel Satpol PP Agam. Bila ada yang berada di objek wisata setelah pukul 18.00 WIB tanggal 31 Desember 2012, pe­tugas akan memintanya meninggalkan lokasi.

“Sekaitan dengan kebijakan tersebut, kami mengimbau segenap warga yang berniat menikmati malam pergantian tahun tidak berada di objek wisata dalam Kabupaten Agam,” ujar Junaidi meng­ingatkan.

Pro-kontra

Kebijakan Pemkab Agam menutup objek wisata pada malam pergantian tahun 2012-2013 mendapat tanggapan beragam. Ada yang pro, banyak juga yang kontra.

Menurut Ketua LSM KOMA, Anizur, kebijakan demikian ada baiknya, namun juga ada sisi buruknya. Sisi baiknya, generasi muda tidak bisa memanfaatkan objek wisata untuk mabuk-mabukan, dan kegiatan hura-hura yang tidak bermanfaat. Sisi buruknya, para generasi muda terse­but akan mencari tempat lain untuk menikmati malam pergantian tahun. Mereka mungkin saja memanfaatkan persimpangan jalan, atau di pinggir jalan yang sepi.

“Bagusnya pada malam tahun baru dilakukan patroli pengamanan agar para generasi muda tidak berbuat macam-macam di tempat lain, selain dari objek wisata,” katanya.

Bila objek wisata dibuka untuk umum sampai pergantian tahun, para pe­ngun­jung akan gampang diawasi, karena me­reka terkonsentrasi pada lokasi tertentu.

Mereka yang kontra menyebutkan Pemkab Agam tidak toleran, dan terlalu ka­ku menyikapi aktivitas kawula muda pada malam pergantian tahun. Mestinya objek wi­sata tatap dibuka, namun kegiatan pe­ngunjung dibatasi dan diawasi lebih ketat.

“Heran, momen malam pergantian tahun merupakan saat yang ditunggu-tunggu. Tetapi Pemkab Agam malah menutup objek wisata,” ujar seorang pemuda, Joni, ketika ditemui di Maninjau.

Hotel Full Booking

Sementara itu, menyambut tahun baru 2013, objek wisata Danau Maninjau dipadati ribuan wisatawan baik lokal maupun mencanegara.

Pergantian tahun 2012 ke 2013 men­datangkan rahmat bagi pengusaha hotel di Kecamatan Tanjungraya. Jauh hari jelang malam pergantian tahun, sudah banyak kamar hotel dibooking tamu. Salah satu hotel yang diminati tamu adalah Maninjau Indah. Hotel milik Idham Rajo Bintang tersebut sudah dibooking wisatawan dari Pekanbaru, Medan dan Kereta Angin Padek Community.

Idham Rajo Bintang kepada Padang Ekspres Senin (24/12) mengatakan, kamar suit dan VIP sudah full booking. Hotel Maninjau Indah memiliki  36 kamar. Kamar suit 2 unit, VIP  10 unit, delux 8 unit, standar 9 unit, dan ekonomi 7 unit.

Manajemen hotel telah mematok harga 2 kali lipat biasa, khusus untuk malam pergantian tahun. Tarif kamar suit yang biasanya Rp600.000/kamar/malam, dinaikkan menjadi Rp 1,2 juta. Kamar VIP, tarif biasa Rp350.000, dikatrol menjadi Rp.700.000. Kamar delux, dari Rp300.000, pada malam pergantian tahun  dipatok Rp600.000. Kamar stan­dar, tarif hari biasa Rp300.000, kini menjadi Rp.600.000. Sedangkan tarif kamar kelas ekonomi pada malam per­gantian tahun Rp400.000, hari biasa hanya Rp200.000/malam.

“Tarif demikian hanya berlaku  pada malam pergantian tahun. Pada malam pergantian  tahun tersebut  tamu hotel akan dihibur dengan kim. Kim memang salah satu daya tarik Hotel Maninjau Indah,” kata Rajo Bintang. (*)

sumber : padek

Agam Bantu Korban Banjir Solok Selatan

Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat memberikan bantuan bahan makanan dan pakaian kepada korban banjir bandang di Sungai Pangku Nagari Pakan Rabaa Kecamatan Koto Parik Gadang Dianteh Kabupaten Solok Selatan, Minggu (23/12).

Bantuan ini langsung diserahkan Bupati Agam Indra Catri kepada Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria. 

Bupati Agam Indra Catri mengatakan, mudah-mudahan bantuan yang diberikan seperti, food ware, kid were, sarden, minyak goreng, mie instan, tikar, pakaian sekolah, terpal, kain sarung, roti biskuit, beras, uang sebesar Rp25 juta dan lainnya, bermanfaat bagi korban banjir bandang terjadi di Sungai Pangkuah dan Sungai Binuang Nagari Pakan Rabaa Kecamatan Koto Parik Gadang Dianteh Kabupaten Solok Selatan.
"Ini bentuk kepedulian Pemkab Agam terhadap koban banjir bandang di Solok Selatan," kata Indra Catri.

Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria mengtakan, banjir bandang yang terjadi pada Jumat (14/12), mengakibatkan 95 unit rumah berat, rusak berat 225 unit dua orang meninggal dunia dan satu orang hilang.
Lalu, sekitar 275 hektar sawah milik petani gagal panen dan kerugian sekitar Rp17,5 miliar.
Saat menyerahkan bantuan tersebut, Bupati Agam juga didampingi Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Trasmigrasi Kabupaten Agam Muhammad Khudri, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Agam Bambang Warsito, Kepala Dinas Pekerja Umum Yunaldi dan lainnya

sumber : antara sumbar

Marapi Meletus, Pertanian jadi Subur

Agam, Padek—Meletusnya Gu­nung Marapi sekitar pukul 16.30 Wib, Rabu (26/7), tidak membuat mas­yarakat, terutama yang berada di kaki gunung, tersentak kaget. Ta­­pi malah sebaliknya, cuek-cuek sa­ja dan tetap beraktifitas seperti bia­sa.

Sebagian besar masyarakat di kaki Gunung Marapi justru menga­ku tidak mengetahui ada letusan. Yang mengetahui ada letusan, jus­tru menganggap adalah hal yang biasa, karena dengan adanya letu­san Gunung Marapi pertanian war­ga bakal menjadi subur.

Dahniar, 50, warga Sariak, Ke­ca­matan Sungaipua, mengata­kan, ti­dak ada yang perlu di­khawatirkan de­ngan meletusnya gu­nung Ma­ra­pi, karena dengan me­letusnya gu­nung Merapi akan me­­nyu­bur­kan pertanian masya­rakat.

Pengakuan yang sama juga di­ung­kapkan Menan, 55, warga Gobah, Ke­camatan Canduang. Dia me­nye­butkan, meletusnya Gunung Marapi, selain akan menyuburkan pertanian, juga membuktikan Gunung Marapi normal sebagai gunung aktif.

”Yang kita takutkan justru Gu­nung Marapi tidak pernah mele­tus, se­hingga suatu saat tiba-tiba me­mu­n­tahkan lahar panas,” jelas­nya. K­e­­duanya mengungkapkan keti­dak-khawatirannya terhadap akti­fi­tas Gunung Marapi yang sudah mulai meningkat.

Terpisah, petugas Pusat Volka­nologi dan Metigasi Bencana Geo­logi (PVMBG) Bukittinggi, Har­tono, mengatakan, status Gu­nung Ma­rapi masih tetap waspada level II, sehingga pihaknya melarang mas­yarakat mendekati puncak gu­nung sejauh tiga kilometer.

Menurut dia, letusan Gunung M­a­rapi yang terjadi sekitar pukul 16.30 WIB mengeluarkan abu vul­kanik setinggi 1.500 meter di atas puncuk gunung tergolong kuat dari le­­tusan sebelumnya. “Peningkatan sta­­­tus Gunung Marapi dari normal men­­jadi waspada level II dite­tap­kan sejak 3 Agustus 2011,” ujarnya. (edi)

Sumber : padang ekspress
 

Facebook

Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Berita Agam | Kabupaten Agam - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Abu Rasyid
Proudly powered by Blogger